Anak Susah Makan? Dokter Ungkap Cara Ampuh Mengatasi “Picky Eater” yang Wajib Dicoba Orang Tua

Ilustrasi anak susah makan. -kejarkabar.com/HO-Shutterstock-

KEJARKABAR.COM, JAKARTA – Kebiasaan anak yang terlalu pemilih makanan atau dikenal dengan istilah picky eater sering membuat orang tua khawatir.

Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A membagikan sejumlah cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak lebih mudah menerima berbagai jenis makanan.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, dr. Ian menjelaskan bahwa salah satu metode yang dapat diterapkan adalah sensory play, yakni permainan yang melibatkan stimulasi sensorik anak melalui berbagai tekstur makanan.

Menurutnya, kegiatan ini membantu anak mengenal makanan secara lebih menyenangkan tanpa tekanan untuk langsung memakannya.

“Orang tua bisa mencoba sensory play dengan berbagai macam tekstur makanan. Banyak ide permainan sensorik yang bisa dilakukan setiap hari,” ujar dr. Ian.

Baca Juga :  Pilu! Bocah 12 Tahun yang Hilang di Sungai Batang Tebo Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Diseret Arus

Selain itu, orang tua juga dapat menerapkan metode sensory food hierarchy, yaitu pendekatan bertahap untuk memperkenalkan makanan kepada anak.

Metode ini membantu anak berinteraksi dengan makanan melalui beberapa tahapan sebelum akhirnya mau mencicipinya.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah meletakkan makanan yang tidak disukai anak di piring setiap hari, meskipun anak tidak langsung memakannya. Cara ini bertujuan agar anak terbiasa melihat makanan tersebut.

Dalam prosesnya, anak biasanya akan melewati beberapa tahap interaksi, mulai dari melihat makanan, merasa penasaran, menyentuh, mencium aromanya, hingga akhirnya mencoba memakannya.

Baca Juga :  Catat! Selain Pengobatan Tuntas, Ini Cara Ampuh Obati Gerd Menurut Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam

Sebagai contoh, jika anak tidak suka daging, orang tua tetap dianjurkan untuk menyajikan daging di piringnya setiap hari. Meski awalnya tidak dimakan, kebiasaan ini dapat memicu rasa ingin tahu anak.

“Tidak masalah jika anak belum mau makan. Yang penting makanan itu tetap ada di piringnya setiap hari. Lama-kelamaan anak akan terbiasa melihatnya dan bisa jadi mulai penasaran,” jelasnya.

Selain pola makan, dr. Ian juga mengingatkan orang tua untuk memastikan apakah anak benar-benar memiliki alergi susu sapi.

Pasalnya, banyak kasus anak yang dianggap alergi susu sapi ternyata tidak mengalami kondisi tersebut setelah diperiksa.

Baca Juga :  Nikah di KUA Gratis, Tapi di Luar Jam Kerja Bisa Berbayar Rp 600 Ribu! Ini Aturannya Menurut Kemenag Kota Jambi

Untuk memastikannya, orang tua bisa mencoba memberikan susu sapi dan memperhatikan apakah muncul gejala tertentu seperti ruam kulit, muntah, batuk, atau pilek setelah mengonsumsinya.

Jika gejala muncul, konsumsi susu sapi sebaiknya dihentikan sementara selama 2 hingga 4 minggu hingga gejala benar-benar hilang. Setelah itu, susu sapi dapat dicoba kembali.

Apabila gejala muncul lagi dalam waktu 1 hingga 3 hari, maka kemungkinan besar anak memang mengalami alergi terhadap susu sapi.

Dengan pendekatan yang tepat dan dilakukan secara bertahap, dr. Ian menegaskan bahwa kebiasaan picky eater pada anak dapat diatasi tanpa perlu memaksa mereka makan. (*)

Pos terkait