KEJARKABAR.COM, MUARASABAK – Kebakaran hebat terjadi di pemukiman padat penduduk RT 02, Dusun Setia Palapa, Parit 3, Desa Lambur, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur, Senin 23 Februari 2026 malam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah semi permanen ludes terbakar dan satu unit rumah permanen mengalami kerusakan ringan. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan warga tersebut.
Kapolsek Muarasabak Timur, AKP Chandra Adinata, dalam keterangannya menyampaikan, berdasarkan keterangan saksi, tanda-tanda kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 20.00 wib.
Saat itu, Sunainah (30), istri dari Dedi, sedang berada di dalam kamar dan mencium bau asap yang tidak biasa.
Ketika keluar rumah untuk memastikan sumber aroma tersebut, ia mendapati api sudah membesar dari bagian rumah mertuanya.
“Melihat kobaran api yang semakin membesar, Sunainah langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar,” ucapnya.
Pada saat kejadian, pemilik rumah Hasanuddin (75) dan anaknya Dedi (35) sedang melaksanakan salat Tarawih di masjid diwilayah tersebut.
“Mereka segera keluar setelah mendengar teriakan warga yang mengabarkan adanya kebakaran,” ujar AKP Chandra Adinata.
Sementara itu, Nurhaya (65), istri Hasanuddin, yang sedang berada di rumah tetangga, juga melihat api menyala dari arah tengah rumahnya.
Dalam waktu singkat, api merambat ke bagian depan rumah. Kobaran api kemudian menjalar ke bangunan di sampingnya yang merupakan rumah milik Dedi.
“Kondisi bangunan yang berdekatan membuat api dengan cepat meluas,” ungkap Kapolsek Muarasabak Timur ini.
Warga setempat berupaya memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya.
Setelah kurang lebih satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Akibat peristiwa tersebut, dua unit rumah semi permanen milik Hasanuddin dan Dedi habis terbakar.
Sementara satu unit rumah permanen milik Yusuf (40) hanya mengalami kerusakan ringan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta.
“Dugaan sementara, peristiwa tersebut dipicu oleh korsleting arus listrik dan saat ini kondisi di lokasi sudah dinyatakan aman. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terkait kebakaran rumah, yang bisa disebabkan oleh adanya korsleting listrik atau penyebab lainnya,” pungkasnya. (*)





